trade show booths

1.Fathir Muqodas

1.Fathir Muqodas.

Sharon William Muqodas #2 Semut Ireng

Sharon William Muqodas #2 Semut Ireng.

Novel Perjalanan Fathir Muqodas – trilogi.

Novel Perjalanan Fathir Muqodas – trilogi..

65% INI MEMBUNUHKU

Perkenalkan, saya adalah seorang pasca stroke (sebutan bagi orang yang selamat dari serangan stroke), dengan sisa-sisa kelumpuhan pada anggota badan saya sebelah kiri.

Pensiun dari perusahaan asing Schlumberger Oilfield Services dengan early retirement karena saya merasa tidak lagi mampu berkontribusi dengan baik seperti dulu lagi bagi perusahaan.

Senang menulis, karena hobby dan pernah mengasuh majalah sekolah (35 tahunyang lalu) dan pernah mendirikan majalah stroke sekitar 2-3 tahun yl. Sampai saat ini juga masih aktif mengurusi organisasi nirlaba stroke sebagai ketua di Klub Stroke Rumah Sakit Pusat Pertamina, dan sebagai wakil ketua pada LSM-Himpunan Peduli Stroke.

Karena mengetik dengan tangan satu saja, satu hari paling banter Cuma tiga atau empat halaman A4 dengan spasi 1.5. Hal itu bukan karena harus memilih dan menekan huruf2 dengan jari-jari sebelah kanan saja, namun lebih kepada seringnya huruf2 yang ditekan keluar dua, misalnya menekan huruf s, yang keluar di layar adalah 2 huruf yaitu as atau sd. Begitu juga dengan huruf2 yang lain. Sehingga lamanya menjadi berganda.

Setiap hari saya gunakan untuk menulis baik mengisi blok ataupun bersosialisasi dengan teman2 di facebook. Suatu saat saya terinspirasi menulis cerita. Sepenggal demi sepenggal, cerita itu aya selesaikan sehingga banyak arsip2 penggalan cerita yang tersimpan di laptop saya. Kemudian fikiran ini menjadi berkembang utuk menjadikan sebuah novel.

Akhirnya kami gabunglah penggalan cerita tadi dengan mengganti nama tokoh2nya sehingga nyambung. Saya senang sekali ketika mendengar novel saya dapat diterbitkan. Pagi-sore-siang-malam sepanjang bulan Ramadhan kemarin saya berkutat dengan laptop untuk menyelesaikan Novel Trilogi saya. Keluarga saya sangat mendukung melihat kesibukan dan antusiasme saya menulis.

Karena simpanan penggalan cerita yang cukup banyak, Dalam satu bulan penuh itu bias saya selesaikan Trilogi saya. Bila dilihat dari luar, tiga buku selesai dalam satu bulan sangatlah luar biasa bagi penyandang pasca stroke seperti saya ini. Namun sebetulnya tiga buku dalam satu bulan ini adalah hanya penggabungan sub bab yang sudah ada tertulis entah tahun kapan. Bayangkan saja bila satu hari hanya mampu selesai 4 lembar tulisan, maka dalam satu bulan penuh tanpa istirahat baru selesai 1 buku saja (sekitar 120 halaman A4 ). Begitu membaca “Self Publishing” di suatu web, saya coba masuk dan menyampaikan keinginan saya untuk menerbitkan buku. Gayung bersambut, dan terbitlah buku pertama dari Novel Trilogi yang berjudul “Keluarga Fathir Muqodas”. Setelah terbit, bingung untuk memasarkan dan menjualnya. Untuk memudahkan, idenya adalah dijual melalui distributor. Dari beberapa web, saya hubungi mereka via email. Rata-rata mereka meminta fee atau discount 55% hingga 65% dari harga jualnya. Artinya, dengan cara indie (self publishing), maka per 1000 rupiah modal cetak saya harus dijual Rp. 2,857.143 untuk discount 65% dan Rp. 2,222.222 untuk discount 55%. Ini belum menghitung keuntungan sama sekali lho. Sea ndainya saya ingin untung 10% atau 100 rupiah saja, maka untuk mengembalikan modal dan untung saya harus menjual Rp. 3,142.857 untuk discount 65% dan Rp. 2,444.444 untuk discount 55%. Wah kan jadi seperti TAMAK begitu kelihatannya. Karena harga jual saya menjadi 314% dan 244% dari modal.Wadauw………… Ahamdulillah, buku ini saat ini bias beredar di took buku Gramedia se Jabotabek dan mengikuti system yang ada…………… Jika Saya punya toko buku sendiri maka paling banter modsl 1000 saya akan dijual dengan harga 1,100 rupiah. Betul-betul fee distributor 65% ini membunuhku……

BUKU KETIGA :SHARON WILLIAM MUQODAS

sampul Sharon depan copySharon William Muqodas :
SYNOPSIS :
Shsaron William Muqodas, nama ini terdengar aneh dan lucu bagi kawan-kawan Sharon di kampusnya.. Namun didalam lkeluarga, nama ini adalah membawa perekat dan cinta bagi Fathir Muqodas, ayahnya dan Aaron Lescott, ibunya. Nama ini telah merekatkan dua keluarga besar lain bangsa, adad dan kebiasaan karena nama ini diambil dari nama ayah dari ibunya Sir Arthur William Lescott. dan nama ayah dari ayahnya yang bernama Muqodas. Sedangkan nama Sharon adalah nama pemberian orang tuanya yang berarti dataran yang subur.
Sebagaimana kita ketahui Sir Arthur William Lescott adalah bangsawan keturunan raja-raja inggris dengan budaya Inggris yang kental. Sedangkan Fathir Muqodas adalah asli keturunan Indonesia dengan sedikit berbau arab atau Pakistan
Sharon William Muqodas, mewarisi paras secantik ib, Ibunya Aaron Lescott. Hidungnya seperti hidung ibunya, Matanya adalah mata ibunya namun alisnya mewarisi ketebalan alis ayahnya, Fathir Muqodas. Kulitnya putih dan dadanya berisi. Gabungan warisan ayah ibunya ini membuatnya menjadi gadis yang sangat mempesona.
Saat ia hamil ia dilecehkan oleh dokter kandungan di ruang prakteknya. Cerita ini berkembang tatkala dokter ini meninggal gara2 tekanan buah perbuatannya terhadap Sharon. Isteri dokter Wiryono, menjadi dendam kesumat karena kebahagiaannya terebut akibat perbuatan Sharon. Dendam itu begitu mendalam hingga ia merasa harus membalas ke keluarga Sharon. Cerita thriller ini sangat menguras pikiran kita untuk menebak akhir ceritanya……….

Novel Perjalanan Fathir Muqodas segera terbit dalam bentuk trilogi.

Novel Perjalanan Fathir Muqodas segera terbit dalam bentuk trilogi..

Buku Kedua : FAHRI MUQODAS

Sampul Fahri Muqodas- Cincin naga elder dan Belati dari rusiaBuku ke dua berjudul Fahri Muqodas, anak PMR/KSR bertarung merebut grimhold (PENJARA SIHIR) bersama Nathan Qorbuzee Moore, kawan Harry Potter sedang dalam proses editting di penerbit. Dsign cover juga sedang daam perencanaan. Semoga tidak lama lagi bisa diselesaikan dengan baik. Mohon doa dan restu bapak dan ibu.
Penulis

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 72 other followers